Jangan Jadi PNS


ImageJangan jadi PNS..  jika pas mendaftar aja kamu disuruh mbayar-mbayar berjuta-juta, itupun bukan pembayaran resmi alias suap. Karena kalau kamu melakukannya maka kamu berpartisipasi pada kebobrokan negeri ini. Lagipula duit yang kamu keluarkan hanya bisa kamu tutup dengan semua gajimu selama setahun bahkan lebih. Itupun jika kamu jujur ya, tanpa pungli dan korupsi selama di dalam birokrasi. Artinya, godaan untuk berbuat kotor pun pastilah besar karena kamu pasti juga ingin modal di awal segera ditutup. Bahkan, Tuhan sudah mengancam bahwa si penyuap dan yang di suap kedua-duanya masuk neraka. Hi.. ngeri!!!. Mendingan modal awalmu itu untuk membuka usaha sendiri, bisa jadi penghasilannya jauh lebih besar dari gaji PNS, dan pastinya lebih berkah karena digunakan untuk kebaikan bukan untuk menyuap.

Janganlah kamu jadi PNS, jika kamu berniat memanfaatkan wewenangmu kelak untuk mendzolimi rakyat dengan memungut pungutan liar di luar aturan. Kata seorang ustad, menerima sesuatu atas sebuah pelayanan yang sebenarnya itu sudah menjadi kewajibannya dan dia juga telah dibayar oleh yang menugaskannya, maka itu termasuk suap. Sekali lagi, bukan uang terima kasih ’seikhlasnya’ melainkan S.U.A.P. Kembali lagi ke paragraf sebelumnya, kamu juga ikut melanggengkan praktik yang merugikan negara, dan nasibmu di akhirat InsyaAllah akan semakin mengkhawatirkan.

Jangan deh jadi PNS, kalau kamu ingin menjadi koruptor. Mungkin saja, kamu ingin memalsukan tiket pesawat terbang saat melakukan dinas luar yang ditanggung negara agar dapat ganti yang lebih tinggi. Mungkin saja kamu ingin mengambil beberapa persen dari uang negara yang harus dibayarkan untuk proyek pembangunan. Mungkin saja kamu ingin memalsukan tandatangan atasanmu atas sebuah proyek fiktif agar kamu bisa mendapat penghasilan tambahan yang lebih besar dari gaji bulanan. Bahkan, mungkin saja kamu ingin berkolusi dengan rekanan proyek yang sebenarnya adalah teman dekat atau saudaramu, padahal sebenarnya ia tak layak, hanya agar kamu bisa menikmati keuntungan dari semua itu. Percayalah, bahwa Tuhan Maha Melihat, jika kamu tak tertangkap di dunia, maka kamu pasti dipenjara di neraka-Nya. Segenap rakyat dan bumi pertiwi pun semakin marah dengan sikapmu.

Kumohon jangan jadi PNS, jika kamu merasa PNS hidupnya nyaman karena gaji selalu dibayar tetap tiap bulan meski kontribusi ke negara sedikit. Bisa jadi kamu berpikir nantinya bisa keluar-keluar selama jam kerja untuk nonton film di bioskop, untuk njemput pacar di kampusnya, untuk tidur siang, atau untuk belanja di pasar. Semakin hancurlah negeri ini, jika para aparaturnya tak menjalankan amanah dengan baik, tetapi selalu meminta haknya ditunaikan.

Masih mau jadi PNS? padahal jika dipikir-pikir, PNS yang jujur itu hidupnya cuma pas-pasan. Gak kaya-kaya amat. Makanya -tidak bermaksud SARA- keturunan Tionghoa jarang yang mau jadi PNS dan lebih memilih berdagang. Makanya orang-orang jenius semasa di sekolah lebih memilih jadi pegawai swasta atau membuka lapangan usaha sendiri. Bandingkan dengan mereka yang berwirausaha, penghasilannya bukan hanya naik 3% tiap tahun, tetapi bisa 100% bahkan lebih. Memang, penghasilannya tidak tetap, tetapi bisa cepat melesat.

Kalau memang mau jadi PNS, maka siapkanlah mentalmu sebaik-baiknya. Perdalam agamamu dan kuatkan integritasmu. Niatkan untuk merubah semua keburukan pelayanan publik di negara ini. Jadilah mutiara di tengah lumpur. Meski sistem birokrasi di dalamnya sudah sedemikian buruknya, tetapi kamu harus tetap menjaga harkat martabatmu sebagai manusia, tetap hanya mengambil hak-hak yang halal kamu terima, meski pada akhirnya orang-orang di sekitarmu mengejek dan mengucilkanmu. Dan akhirnya kamu mampu memberi inspirasi bagi orang-orang angkatan baru yang juga masih bersih. Karena jika tidak ada yang memulai untuk menjadi mutiara, kapan lagi bangsa ini bisa berubah menjadi lebih baik? kapan lagi kita melihat sebuah tatanan negara yang nyaman, tenang, damai, dan jauh dari kisruh-kisruh yang tidak perlu.

Hingga akhirnya, Tuhan pun tersenyum melihatmu..

Hingga akhirnya, kau lihat bangsa Indonesia bertepuk tangan atas usahamu membawa perubahan..

Hingga akhirnya, kau diangkat sebagai pahlawan meski yang mengangkat itu adalah kamu sendiri..

Maka saksikanlah, bahwa ternyata merubah negeri itu dimulai dengan merubah diri sendiri..

 

sumber:

http://birokrasi.kompasiana.com/2012/02/18/jangan-jadi-pns/