Ibnu Sina (Avicenna / Avicinna) Sang Legenda Kedokteran

“Aku lebih suka hidup singkat dengan banyak ilmu
daripada hidup lama dengan keadaan bodoh”
(Ibnu Sina)

Abu Ali al Husain bin Abdallah bin Sina adalah nama lengkap Ibnu Sina, yang lebih dikenal sebagai “Avicenna/Avicinna” oleh masyarakat barat. Dia adalah salah seorang tokoh terbesar sepanjang zaman, seorang jenius yang mahir dalam berbagai cabang ilmu. Dia lah pembuat ensiklopedi terkemuka dan pakar dalam bidang Kedokteran, Filsafat, Logika, Matematika, Astronomi, musik, dan puisi.Ibnu Sina dilahirkan pada tahun 980 M / 370 H di Afshinah, sebuah desa kecil tempat asal ibunya, di dekat Bukhara. Ayahnya, Abdullah, adalah seorang Gubernur Samanite yang kemudian ditugaskan di Bukhara. Sejak kecil ia telah memperlihatkan intelegensianya yang cemerlang dan kemajuan yang luar biasa dalam menerima pendidikan, ia telah hafal al-Qur’an pada usia 10 tahun. Nama Ibnu Sina semakin melejit tatkala ia mampu menyembuhkan penyakit raja Bukhara, Nooh ibnu Mansoor. Saat itu ia baru berusia 17 tahun. Sebagai penghargaan, sang raja meminta Ibnu Sina menetap di istana, setidaknya sementara selama sang raja dalam proses penyembuhan. Namun Ibnu Sina menolaknya dengan halus. Sebagai imbalan ia hanya meminta izin untuk menggunakan perpustakaan kerajaan yang kuno dan antik. Tujuannya adalah mencari berbagai referensi dasar untuk menambah ilmunya agar lebih luas dan berkembang.

Continue reading

Dolan ke Pulau Gili (Ketapang) Probolinggo (Bag. 1)

Hai hai, sudah lama sekali gak nulis (di blog ini). Sejak mutasi (tanpa genetika😀 ) alias pindah dari Bagian Humas dan Protokol di 2012 silam, entah kenapa males banget nulis di blog ini. Keseringan nulis di media lainnya sih (halah, alesan, padahal sukanya cmn nulis status facebook dan BBM aja, haha). Di Dinas Kominfo saat 2013 silam pun sama, males nulis. Berlanjut saat pindah ke DPPKA 2014 kemarin, mbuka wordpress aja kagak. Pas keterima beasiswa S2 STAR BPKP di Universitas Brawijaya 2015 kemarin, baru kepikiran ama blog ini, soalnya temen temen kampus ada yang aktif nulis juga di blog nya, lah saya malah nihil, hehe.

Halah, jadi bahas alesan. Gara2 kena tugas Ujian Akhir Semester salah satu mata kuliah di kampus, yang kudu nulis diary, akhirnya kepikiran nulis lagi di blog. Diary??? Cewek banget! Ah, gak juga, diary itu sering dipakai orang untuk menuliskan progress, catatan harian dll atas kesehariannya. Cuman kitanya aja yang sering menyamakan diary sebagai tempat curhatan cewek kalau lagi galau. Padahal yang enggak. Tuh, banyak kan yang namanya blog alias web log plus sekarang muncul video blog. Halah, ngelantur lagi kan? Kapan nulis tentang GILI KETAPANG nya?

OK, ok. Cerita tentang GILI KETAPANG bermulai pada saat tadi pagi, Minggu, 17 Januari 2016 saat saya ngajak anak dan istri jalan2 ke Pelabuhan. Kita berempat naik sepeda motor Honda Varionya istriku. Maunya sih cuman biar si Yusuf Akbar, anakku yang paling kecil untuk berendam di air laut di pelabuhan, karena kakinya agak gatal2, plus nyenengenin kakaknya, Riva yang pengen jalan2. Ndilalah kadang sesuatu yang gak direncanakan malah kejadian.

Saat masuk ke Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) di timur Pelabuhan Tanjung Tembaga (di Kota Probolinggo memang punya 2 pelabuhan. Satu pelabuhan lama, pelabuhan Tanjung Tembaga yang sekarang dibangun megah dan katanya sebagai alternatif dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya (saya sih cuman katanya), dan satu lagi Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) di sebelah timurnya, yang berada di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur), istri tiba2 membicarakan obyek wisata BJBR yang pintu masuknya ada di area pintu masuk PPI. Dia bilang kalo sekarang BJBR bagus tapi tiket masuknya tambah mahal. Dengan iseng saya bilang ke istri gimana kalo dolannya ke sana saja, toh kita berempat baru sekali masuk BJBR, itupun sudah setahun yang lalu, belum dipugar ketiga kalinya seperti sekarang. Eh, istri malah nolak. Dia bilang mending ke pulau GILI KETAPANG sekalian. Itung2 jalan2. Continue reading

Perubahan Diri (sebuah tugas UAS Etika Profesi dan Spiritualitas)

Perubahan pada tingkat pikiran/akal

Pragmatis, realistis, objektif dan dan berorientasi pada hasil. Itulah gambaran pada diri saya sendiri sebelum saya mendapatkan kesempatan emas untuk melanjutkan studi saya pada jenjang Magister di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Pemahaman yang di kemudian hari saya pahami sebagai “berpikir positif” itu merupakan bekal dan “senjata” saya dalam keseharian, baik dalam lingkungan kedinasan maupun non-kedinasan. Dan saya sangat mempercayai bahwa dengan pemikiran seperti itu, banyak hal positif yang akan tercapai, sehingga kemudian saya sangat percaya hanya dengan ketekunan, kerja keras, kedisiplinan dan tekad yang bulat, semua masalah dan halangan bisa teratasi. Berpikir positif dan “kerja, kerja dan kerja” adalah moto sehari-hari yang membuat saya sangat ter-obsesi dengan kerja keras dan kerja cerdas.

Dan betapa ‘shock’ nya saya ketika memulai Semester 1 di kampus biru emas ini, saat beberapa dosen dengan tajuk “Multiparadigma” mengenalkan hal yang betul-betul di luar apa yang saya bayangkan selama ini. Dari lima mata kuliah yang saya tempuh, tiga mata kuliah, yaitu Akuntansi Multiparadigma, Etika Profesi & Spiritualitas dan Metodologi Penelitian Multiparadigma yang benar-benar ‘memporak-porandakan’ apa yang percayai seperti yang saya sebutkan di atas. Bahwa ada pemikiran di luar positivisme, di luar akal sehat saya sebagai manusia yang juga sangat memengaruhi manusia (dan tentu saja saya sendiri). Realis dan obyektif tak lagi cukup, hasil ternyata bukan segalanya dan pragmatis yang kaku itu apa lagi, tak mampu menjelaskan, membimbing dan mengarahkan ke mana harus melangkah bila saya ketemu hal-hal lain yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah.

Ilmiah? Ya, ilmiah yang saya percayai selama ini ternyata hanyalah bagian dari ilmiah yang sejati, yang sesungguhnya. Keilmiahan yang dibentuk dari pemikiran-pemikiran logis dan masuk akal, hanyalah sebagian dari keilmiahan sejati, yang memandang sesuatu dari suatu sudut. Dalam tajuk multiparadigma, saya diajak dan diajarkan bagaimana melihat keilmiahan dari sudut lainnya. Bagiamana sesuatu kebenaran ilmiah, ternyata hanyalah bagian dari kebenaran ilmiah yang lebih besar, bila dipandang dari suatu sudut pandang yang lebih luas. Bisa jadi juga pemahaman dan pandangan keilmiahan inilah yang akhirnya mengkotak-kotak pemikiran dan akal manusia (saya sendiri utamanya) untuk mempercayai bahwa inilah kebenaran sejati, yang ternyata tidaklah sejati, karena dia akan terus berkembang, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Continue reading

JOKOWI-AHOK?

Pasangan ini memang “fenomenal”, dan bagi sebagian kalangan “KONTROVERSIAL”, hehe. Tapi apapun itu, kedua orang yang kini merupakan kandidat utama Gubernur Provinsi paling ‘elit’ ini menarik untuk dilihat sepak terjangnya, dan pastinya kata-katanya juga. Orang bilang, orang asyik, kata-katanya juga pasti asyik. Yuk, dilihat, gimana komentar-komentar mereka yang (saya anggap) menarik:

KATA BIJAK JOKO WIDODO

Image

Jangan punya kepentingan. Kepentingan kita hanya satu: untuk rakyat
[]
Kita harus berani membuat terobosan. Jangan rutinitas, jangan monoton, harus selalu ada
pembaharuan, ada inovasi.
[]
Saya bukan anti mal, pembangunannya harus dibatasi demi kepentingan umum
[]
Kalau orang lain banyak yang pesimis dengan pemberantasan korupsi, saya adalah orang yang optimis. Berantas korupsi itu mudah asal sadar tekad dari para pemimpin
[]
Jika bisa dipermudah, kenapa dipersulit? Jika bisa dipercepat, kenapa mesti diperlambat?
[]
Berantas korupsi itu tergantung komitmen pemimpinnya,. maka bawahan akan ikut. Sebab, kalau pimpinannya bersih dan anak buah kotor maka tinggal ganti bawahannya
[]
Jangan lagi ada yang bilang ini pencitraan. Tujuh tahun jadi Walikota Solo, saya tidak pernah pasang foto saya, di baliho, di brosur tentang kota Solo. Tidak ada.
[]
Mobil Kiat Esemka memang layak kita gunakan. Saya ingin menumbuhkan rasa semangat dan rasa kebanggaan terhadap produk dalam negeri
[]
Jangan mencari sisi gelapnya, karena kami ingin membangun semangat dan motivasi. Terbukti anak-anak SMK kita juga ikut semangat dan bangsa, mobil buatan mereka dipakai
[]
Banyak yang mau menyuap saya. Mungkin mereka telah 5-10 kali minta izin pendirian mal atau hypermarket, tapi seolah saya persulit. Lantas mereka merayu dan menawarkan saya sesuatu. Tapi saya tolak, sebab itu melanggar aturan
[]
Pikiran Bung Karno itu hebat. Sedangkan ibu saya itu sangat pekerja keras. Jadi saya kira contoh seperti itu yang saya ambil
[]
Saya juga tidak alergi dengan demonstrasi. Dulu saya sering didemo, sekarang tidak. Silakan demo,
toh saya jadi tahu apa saja yang harus saya lakukan demi -perbaikan pembangunan kota Solo
[] 
Saya tidak ada potongan jadi presiden, Jadi walikota saja saya tidak punya potongan, apalagi presiden
[]

Continue reading

Install Aplikasi/Game Android dari Google Play (dulu Market) Secara Offline via APK Downloader

Punya blog, tapi juarang pol diisi, hehehe…

Ya inilah saya, (sangat) malas kalau disuruh nulis, hehe. Nah, mumpung penyakit malasnya agak ‘menghilang’, saya akan coba sharing tentang cara untuk menginstal (halah😛 ) aplikasi-aplikasi yang normalnya HARUS diunduh langsung via gadget Android anda via koneksi seluler ataupun wi-fi dapat anda install secara offline via PC anda.

Maksud gimana??? Maksudnya adalah anda BISA download aplikasi yang anda sukai di Google Play via browser biasa (dalam hal ini harus Google Chrome), mendownload file installer nya via PC dan menginstalnya secara offline pada gadget Android anda. Dengan menginstall aplikasi secara offline, anda bisa lebih mudah untuk ‘meletakkan’ aplikasi itu, apakah di memory telepon ataukah di memory eksternal. Dan pastinya anda tidak perlu keluar pulsa, hehehe…

Persiapannya:
1. Download dan install browser Google Chrome (versi 17 keatas) di PC/laptop/netbook anda. Cara untuk melihat versi Google Chrome anda adalah mengklik ikon berbentuk kunci pas seperti gambar berikut, lalu pilih About Google Chrome / Tentang Google Chrome:
Image

Image
2. Download pengaya (extension) Chrome yang bernama APK Downloader disini. (kecil kok cmn 29,2 KB)
3. Pastikan Chrome tidak sedang dijalankan, lalu buka file tersebut (install) menggunakan Chrome. Pastikan menyetujui peringatan keamanan yang muncul (gampangannya pilih, OK, Yes dsb, hehehe…)
4. Tutup/matikan Chrome.
5. Selanjutnya adalah mendisable alias mematikan SSL error warning. Caranya adalah cari shortcut Chrome yang ada di desktop anda, lalu klik kanan (pilih properties di shortcut tersebut). Klik tab “Shortcut” tab., lalu pada kotak “Target”, masukkan [spasi]–ignore-certificate-errors at the end. Untuk tulisan [spasi] di atas maksudnya masukkan spasi sebelum tulisan –ignore-certificate-errors at the end. Jika sudah kelar, klik “OK” .

Hasilnya akan seperti berikut:
C:\…\chrome.exe –ignore-certificate-errors
atau
“C:\…\chrome.exe” –ignore-certificate-errors

Lihat gambar berikut agar tidak salah!

5. Matikan Chrome, lalu buka menggunakan shortcut yang barusan dibuat.
6. Buka halaman opsi APK Downloader. Jika yang tertampil di layar anda adalah yang seperti gambar yang kanan (kotak peringatan yang berwarna merah hilang, berarti anda sudah sukses mendisable SSL error warnings !!!! Cek gambar berikut untuk jelasnya:

 

7. Masukkan device id dan email yang anda gunakan untuk masuk ke Google Play (Market) seperti biasanya.

Cara untuk mengetahui device id anda ada 2 cara:

a. Cara Mudah: Install aplikasi Device ID ini di Gadget Android anda. Anda akan dapat dengan mudah mengetahui email dan device id anda

b. Cara (agak) rumit: buka gadget anda, pilih tombol telepon seperti anda akan memasukkan nomor telepon (dial pad), lalu ketik *#*#8255#*#* ( 8255 = TALK ). Ini akan membuka “GTalk Service Monitor”. Temukan baris yang dimulai dengan JID dan Device ID. Email anda adalah JID, dan Device id anda adalah tulisan setelah awalan android- prefix.

Contohnya: bila yang tampak dilayar adalah android-1234567890abcdef , maka device ID anda adalah 1234567890abcdef

c. Masukkan password Anda. Jika tidak ada yang terlewat maka anda sudah bisa menggunakan APK Downloader.

Lalu cara memakainya bagaimana?
Masuk aja ke Google Play via Chrome yang sudah diedit tadi, lalu pada halaman aplikasi yang anda maksud, akan ada simbol seperti ikon Android di address bar seperti gambar ini:

Klik aja robot ijo itu, otomatis download deh…

CATATAN PENTING:
1. Walaupun aplikasi ini bukan dibuat untuk nge-hack, aplikasi ini bisa jadi melanggar ketentuan Google. Jadi resiko ditanggung sendiri ya…
2. Aplikasi yg bisa diunduh file installer-nya (*.apk) adalah aplikasi yg free. Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk mengunduh aplikasi yg berbayar, tentu saja apabila Anda sudah membeli aplikasi tersebut di Google Play (Market). Jadi singkatnya, aplikasi ini bukan untuk download installer yg berbayar, hehe… (kalau mau aplikasi yang full/premium/pro, googling aja, banyak kok, hehehe…)

Sumber/halaman resmi APK Downloader:
http://codekiem.com/2012/02/24/apk-downloader/

Jangan Jadi PNS

ImageJangan jadi PNS..  jika pas mendaftar aja kamu disuruh mbayar-mbayar berjuta-juta, itupun bukan pembayaran resmi alias suap. Karena kalau kamu melakukannya maka kamu berpartisipasi pada kebobrokan negeri ini. Lagipula duit yang kamu keluarkan hanya bisa kamu tutup dengan semua gajimu selama setahun bahkan lebih. Itupun jika kamu jujur ya, tanpa pungli dan korupsi selama di dalam birokrasi. Artinya, godaan untuk berbuat kotor pun pastilah besar karena kamu pasti juga ingin modal di awal segera ditutup. Bahkan, Tuhan sudah mengancam bahwa si penyuap dan yang di suap kedua-duanya masuk neraka. Hi.. ngeri!!!. Mendingan modal awalmu itu untuk membuka usaha sendiri, bisa jadi penghasilannya jauh lebih besar dari gaji PNS, dan pastinya lebih berkah karena digunakan untuk kebaikan bukan untuk menyuap.

Continue reading

2011 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Syndey Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 16,000 times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 6 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Apakah Teknologi Informasi bisa mencegah Korupsi yang berkuasa Über Alles???

(Ini obrolan lek-lek-an ala Lesehan Warung Koboy Jalan Kaliurang, Yogyakarta)

Ada banyak pertanyaan ke saya, mungkin karena profesi saya sebagai ekspatriat dengan spesialis standard software SAP, yang kira-2 bunyinya begini: „Apakah penggunaaan Standard Software SAP itu bisa dipakai untuk menekan korupsi di Indonesia?“

Pertanyaan menggelitik yang pasti didasari sebuah latar belakang gelisah kenapa kok korupsi ndak bisa dihilangkan di Indonesia. Hanya pertanyaan tersebut perlu sedikit “dikoreksi”, yang lebih akurat adalah apakah Teknologi Informasi (TI, bukan cuma SAP) bisa mencegah korupsi?

Kira-kira seperti inilah jawaban saya atas pertanyaan diatas. Secara singkat saya mau katakan bahwa TI pada level tertentu mampu mencegah korupsi tapi tidak mampu menghilangkan dampak korupsi sepenuhnya bahkan bisa jadi TI malah bisa mempermudah korupsi.
Kenapa?

Ada 2 hal penting yang harus dipahami untuk memberantas korupsi:
Satu: Pendekatan Sistem
Dua: Pendekatan Kultur

TI itu adalah bentuk pencegahan korupsi dengan pendekatan sistem tapi pendekatan sistem mengandung kelemahan. Saya ibaratkan jika sebuah Kapal Tanker, TI adalah mesin Kapal Tangkernya. Jika mesinnya ampuh maka kapal akan melajut cepat menuju tujuan.

Hanya apakah tujuan yang dicapai itu benar? Ini butuh Navigasi dan Kemudi! Navigasi dan Kemudi bisa mengarahkan pada tujuan benar jika mereka yang paling menentukan bertanggung jawab di bagian navigasi dan kemudi adalah orang yang punya integritas. Ini adalah masalah kultur. Ini tidak bisa lagi diatasi dengan pendekatan sistem…

Lalu pertanyaan anda, korupsi seperti apa yang bisa diselesaikan dengan pendekatan sistem dan korupsi seperti apa yang tidak bisa diatasi dengan pendekatan sistem? Jawabnya marilah kita bedah anatomi perilaku korupsi sebagai berikut…

Continue reading